Langsung ke konten utama

Postingan

REVIEW - THE COBBLER (2015)

Sinopsis : Bercerita tentang Max Simkin (Adam Sandler), seorang tukang sol sepatu di salah satu sudut kota New York. Dia memiliki kehidupan yang sulit termasuk masalah finansial yang melilitnya. Belum lagi ayahnya yang hilang entah kemana dan hanya meninggalkan toko sepatu untuk Max kelola setiap hari. Hingga pada suatu hari ketika Max sedang bekerja memperbaiki sepatu pelanggannya, mesin jahit yang digunakannya rusak. Max lalu pergi ke gudang bawah tanah dan menemukan mesin jahit tua peninggalan ayahnya. Akhirnya dia menggunakan mesin tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Begitu selesai, Max iseng mencoba sepatu pelanggannya hasil dari mesin jahit tua ayahnya tersebut, lalu tiba-tiba suatu keajaiban terjadi! Max berubah secara fisik menjadi pemilik sepatu tersebut! Review : Tidak ada yang membuat saya melirik film ini kecuali karena premisnya yang begitu menarik. Premis yang membuat saya berimajinasi The Cobbler bakalan bisa dibawa kemana-mana dengan unsur k...

REVIEW - CATCH ME IF YOU CAN (2002)

                                                         "Frank never went to flight school,        Frank never went to medical school,        Frank never went to law school,        ........ Because Frank is still in high school"                                                      Hahaha! kata-kata yang muncul di trailer "Catch Me If You Can" tersebut menunjukkan bagaimana kehebatan Frank Abagnale Jr. dalam melakukan aksi penipuannya. Bayangkan dia bisa jadi pilot, dokter, bahkan ...

REVIEW - HER (2013)

Siapa yang tidak tertarik dengan jalan cerita unik yang ditawarkan "Her"? Naskah yang ditulis dan disutradarai oleh Spike Jonze ini bersetting di masa depan ketika teknologi sudah sangat maju. Semua orang bergantung dengan teknologi saat itu, tidak terlepas bagi Theodore Twombly (Joaquin Phoenix), seorang pria dewasa introvert yang tinggal sendirian di sebuah apartemen pasca pisah rumah dengan istrinya. Kehidupannya penuh dengan kecanggihan teknologi, mulai dari gadget, game, hingga sampai akhirnya dia membeli sebuah program komputer canggih bernama Samantha (Scarlett Johansson), dan.... akhirnya dia jatuh cinta dengan program komputer tersebut. Aneh? Absurd? ya! tapi menarik! Melihat daftar penghargaan yang diraih "Her" di poster filmnya, menunjukkan kalau film ini bukan film sembarangan. Belum lagi pencapaiannya hingga masuk di 5 nominasi Oscar 2014, yaitu untuk kategori Best Picture, Best Original Screenplay, Best Original Score, Best Original Song, dan B...

REVIEW - EVEREST (2015)

Sebelumnya saya ingin berbagi info sedikit tentang Gunung Everest ini, Everest adalah gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 meter dan termasuk dalam seven summit. Seven Summit adalah tujuh gunung tertinggi dari tujuh benua yg berbeda di dunia (oh ya, Gunung Cartenz dari Indonesia termasuk juga di dalamnya loh dengan ketinggian 4.848 meter). Tidak sembarang pendaki bisa sampai di puncak Everest , butuh tekad baja dan fisik yg kuat. Bahkan ada yg cuma tinggal 100 meter la gi buat sampai di puncak, harus turun dan rela mengubur impiannya karena fisik yang sudah tidak memungkinkan lagi, karena kalau tidak turun dengan segera, nyawa jadi taruhannya. Yup, Everest sudah banyak memakan korban jiwa, jadi jangan kaget buat yg pertama kali mendaki Everest akan melihat mayat-mayat berserakan begitu saja di sana. Medan yang sangat menantang membuat mayat sulit dan tidak sempat dikubur dgn baik, bahkan banyak yg hilang begitu saja dan tidak ditemukan mayatnya hing...

REVIEW - FILOSOFI KOPI (2015)

Jika saya mempunyai 10 daftar favorit film Indonesia yang pernah saya tonton, Filosofi Kopi akan masuk di dalamnya. Saya bahkan nonton 2 kali film ini di bioskop saking sukanya.hehehe. Tapi kenapa? Apa yang membuat saya jatuh cinta dengan Filosofi Kopi? berikut alasan beserta reviewnya. Setelah sukses dengan "Cahaya Dari Timur : Beta Maluku" yang meraih Piala Citra sebagai film terbaik tahun 2014, Visinema Pictures kembali dengan film terbarunya di tahun 2015 ini yang berjudul "Filosofi Kopi". Ada yang tidak asing dengan nama Filosofi Kopi? Yup, Filosofi Kopi awalnya adalah sebuah novel karya penulis handal Indonesia, Dewi Lestari. Dan Dewi lestari katanya puas dengan Filosofi Kopi versi layar lebarnya ini, Beliau berujar bahwa film Filososfi Kopi adalah film adaptasi novelnya yang terbaik dari sekian novelnya yang juga pernah dibuat ke layar lebar. Filosofi Kopi bercerita tentang Ben (Chicco Jericho) dan Jody (Rio Dewanto) yang mendirikan kedai kopi bernama...

REVIEW - MAD MAX : FURY ROAD (2015)

Ini film gilaaaaa! Sekitar 2 jam kita akan dijejalin dengan actionnya yang sangat seru dari awal sampai akhir film. Paling sebentar saja kita yang menonton diberi jeda "buat ambil napas". Gokiil! Memangnya seseru apa sih? Lebay kali ni! Oke, saya akan kasi tahu hal-hal yang keren dari salah satu film action terbaik dalam satu dekade belakangan ini. Cerita : Secara naskah tidak ada yg istimewa dari film garapan George Miller ini, bisa dibilang cukup sederhana. Bukan tipe film yg berbelit-belit dan memeras otak. Tapi semua kesederhanaan cerita tersebut benar-benar tertutupi dengan adegan actionnya yg sangat luar biasa. Ingin rasanya ber teriak dan bertepuk tangan di tiap adegannya. Kalau teman-teman sampai menahan napas ketika menonton film ini itu udah pasti, mulut sampai ternganga pun juga jangan sampai heran. Adrenalin benar-benar terpacu. Sangat memuaskan dari segi action. Visual : Awalnya saya mengira film ini bakalan lemah dari segi sinematografinya, karena...

REVIEW - THE AGE OF ADALINE (2015)

Pertama kali dengar film ini dan liat sinopsis ceritanya, saya langsung tertarik buat menonton film arahan Lee Toland Krieger ini. Premis ceritanya sangat menarik yaitu bercerita tentang Adaline Bowman (Blake Lively), seorang wanita yang tidak bisa menua secara fisik karena suatu kecelakaan mobil yang dialaminya. Kok bisa? ntar dijelasin kok di filmnya :D The Age of Adaline bisa dikatakan bergenre Drama-Romance, karena fokus ceritanya tertuju pada kisah cinta Adaline. Bagaimana lika-likunya yang tidak akan menua, sedangkan pria yang dicintainya mau tidak mau akan menua. Ini yang membuat saya sedikit kurang puas, saya sebenarnya ingin melihat lebih lagi dari sisi kehidupan Adaline yang lainnya, walaupun ada juga sih scene yang menceritakan sisi lain dari  sosok Adaline, tapi sangat sedikit. Well, ini bisa jadi kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah ceritanya jadi lebih fokus, tidak melebar kemana-mana. Sedangkan kekurangannya membuat filmnya jadi agak kurang bervari...