Langsung ke konten utama

REVIEW - NEGERI VAN ORANJE (2015)

Poster Film Negeri Van Oranje



Sinopsis :
Negeri Van Oranje bercerita tentang 5 sahabat dari Indonesia yang menempuh pendidikan S2 di Belanda. Awalnya mereka tidak kenal satu sama lain sampai mereka dipertemukan di sebuah stasiun kereta api. Mulai dari situ Lintang, Geri, Banjar, Wicak, dan Daus pun menjalani persahabatan yang penuh warna, dan sampai akhirnya mereka terlibat dalam cinta segilima. Hingga suatu hari, Lintang akan menikah, dan calon suaminya adalah salah satu dari keempat sahabatnya itu. Siapakah dia?

Review :
Bisa dikatakan Negeri Van Oranje adalah film Indonesia yang paling eye and ear catchy  yang saya tonton tahun ini. Bagaimana tidak, selama 90 menit kita akan disuguhkan visual apik seluk beluk kota-kota di Belanda dan juga Praha. Dan itu semua dilengkapi dengan scoring yang sangat... sangat... sangat... memanjakan telinga.

Yup! Visual adalah salah satu kekuatan utama di film garapan Endri Pelita ini. Sinematgorafinya sangat memanjakan mata dengan berbagai angle yang menangkap sudut-sudut kota-kota di Belanda dan Praha. Cantik sekali. Very colourful! Tidak salah apa yang dikatakan di dalam film, “Semua keindahan yang pernah kita dengar di dalam dongeng, semua itu ada di Belanda”. Dan saya yakin siapa pun yang menonton Negeri Van Oranje, pasti ingin berkunjung ke Negara Kincir Angin tersebut.

Review Film Negeri Van Oranje


Selain visual dan sinematografinya yang mengagumkan. Seperti yang saya bilang tadi, film ini memiliki scoring yang sangat enak didengar telinga, mulai dari musik instrumental sampai lagu soundtracknya yang bikin goyang-goyang kepala, dan terkadang juga bikin senyum-senyum sendiri. Music score-nya sangat pas melengkapi setiap scene yang ditampilkan.

Mata dan telinga pokoknya sangat dimanjakan ketika menonton Negeri Van Oranje!

Jalan-Jalan di Belanda


Itu dari segi dua aspek teknis yang menjadi unggulan, lalu bagaimana dengan kualitas naskahnya? Well, sebenarnya film ini memiliki cerita yang biasa dan cukup klise, tapi jujur, itu tidak menjadi masalah bagi saya karena eksekusi naskahnya yang ringan dan mengalir halus, ditambah setiap plot scenenya sangat asik buat diikuti. Saya bahkan merasa kurang dengan durasinya yang 90 menit, because I very enjoyed this movie!

Tapi ada satu hal lagi yang membuat Negeri Van Oranje begitu kuat walau dengan naskah yang sederhana, yaitu karakter-karakternya yang sangat menarik perhatian. Bagaimana ada Lintang (Tatjana Saphira) yang jadi rebutan sahabatnya. Karakter Lintang yang asik, baik, dan tentunya sangat cantik bak seorang putri, menarik perhatian semua pria (termasuk saya.hehehe).

Ada juga Geri yang diperankan oleh salah satu aktor yang lagi bersinar beberapa tahun belakangan, Chicco Jerikho. Dia memerankan Geri yang super perhatian, berwibawa, dan juga royal dengan baik. Walaupun penampilannya tidak bisa dikatakan stunning karena harus berbagi porsi dengan keempat tokoh utama yang lain.

Arifin Putra yang melejit kembali namanya setelah film “The Raid : Berandal” juga ada di sini. Dia mengambil peran sebagai Banjar. Karakter Banjar yang lucu, ceplas ceplos, dan seru itu pun “dimakannya” dengan baik.

Salah satu aktor papan atas Indonesia, yaitu Abimana Aryasatya berperan cukup effortless sebagai Wicak. Wicak yang kalem dan suka mengamati itu pun mudah bagi seorang Abimana untuk memerankannya. Oh ya, ada satu lagi yang menarik dari Wicak, tak lain tak bukan adalah rambutnya yang cukup unik dan keren.

Dan terakhir, yang mungkin banyak dipandang sebelah mata, karena apakah bisa beradu akting bersama aktor dan aktris di atas, yaitu Ge Pamungkas. Ge berperan sebagai Daus, anak yang bisa dikatakan sebelas dua belas dengan Banjar, tapi dia lebih konyol dan sangat supel orangnya. Dan tentunya Ge mematahkan pemikiran orang lain terhadapnya, dia bermain sangat baik di sini. Di antara semua karakter, saya rasa dia memiliki spotlight tersendiri di Negeri Van Oranje.

Itulah kelima jajaran cast yang luar biasa di film ini. Semuanya adalah bintang yang lagi bersinar-sinarnya di dunia perfilman Indonesia. Siapa yang tidak "tergiur" melihat mereka bermain di sebuah film kan.

Lima Cast Negeri Van Oranje


So, film yang diangkat dari novel best seller tahun 2009 ini pun sangat saya rekomendasikan buat kalian, terutama di bioskop. Karena film ini sangat cocok ditonton di layar yang lebar dan sound yang mumpuni. 

Score :
8,8/10




Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW - THE COBBLER (2015)

Sinopsis : Bercerita tentang Max Simkin (Adam Sandler), seorang tukang sol sepatu di salah satu sudut kota New York. Dia memiliki kehidupan yang sulit termasuk masalah finansial yang melilitnya. Belum lagi ayahnya yang hilang entah kemana dan hanya meninggalkan toko sepatu untuk Max kelola setiap hari. Hingga pada suatu hari ketika Max sedang bekerja memperbaiki sepatu pelanggannya, mesin jahit yang digunakannya rusak. Max lalu pergi ke gudang bawah tanah dan menemukan mesin jahit tua peninggalan ayahnya. Akhirnya dia menggunakan mesin tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Begitu selesai, Max iseng mencoba sepatu pelanggannya hasil dari mesin jahit tua ayahnya tersebut, lalu tiba-tiba suatu keajaiban terjadi! Max berubah secara fisik menjadi pemilik sepatu tersebut! Review : Tidak ada yang membuat saya melirik film ini kecuali karena premisnya yang begitu menarik. Premis yang membuat saya berimajinasi The Cobbler bakalan bisa dibawa kemana-mana dengan unsur k...

REVIEW - CATCH ME IF YOU CAN (2002)

                                                         "Frank never went to flight school,        Frank never went to medical school,        Frank never went to law school,        ........ Because Frank is still in high school"                                                      Hahaha! kata-kata yang muncul di trailer "Catch Me If You Can" tersebut menunjukkan bagaimana kehebatan Frank Abagnale Jr. dalam melakukan aksi penipuannya. Bayangkan dia bisa jadi pilot, dokter, bahkan ...

REVIEW - SOUTHPAW (2015)

Pas liat posternya yang keren dan Jake Gyllenhal yang main, saya langsung masukin Southpaw ke dalam waiting list saya tapi karena gak tayang-tayang atau belum tayang di Indonesia, akhirnya saya langsung cari DVD nya untuk menuntaskan rasa penasaran saya ini :D Oke, ini reviewnya. Southpaw intinya bercerita tentang seorang petinju yg berusaha bangkit dari kematian istrinya. Well ide ceritanya cukup biasa saja, tapi,di sinilah dibutuhkan sutradara handal yg bisa mengeksekusi cerita yg biasa menja di sebuah tontonan yang menarik. Antoine Fuqua yang sebelumnya sukses dengan film The Equalizer, cukup berhasil membuat Southpaw menjadi film tinju yg sangar juga menyentuh. Yap, Southpaw memiliki sisi drama yg cukup melankolis dan bisa menghanyutkan penontonnya. Dari jajaran castnya saya sangat puas dgn performa Jake Gyllenhal, film-filmnya memang jarang mengecewakan bahkan bisa dikatakan Jake Gyllenhal adalah penjamin mutu sebuah film. Ekspresi wajahnya yg sendu tapi ber...