Langsung ke konten utama

REVIEW - THE AGE OF ADALINE (2015)



Review The Age of Adaline



Pertama kali dengar film ini dan liat sinopsis ceritanya, saya langsung tertarik buat menonton film arahan Lee Toland Krieger ini. Premis ceritanya sangat menarik yaitu bercerita tentang Adaline Bowman (Blake Lively), seorang wanita yang tidak bisa menua secara fisik karena suatu kecelakaan mobil yang dialaminya. Kok bisa? ntar dijelasin kok di filmnya :D

The Age of Adaline bisa dikatakan bergenre Drama-Romance, karena fokus ceritanya tertuju pada kisah cinta Adaline. Bagaimana lika-likunya yang tidak akan menua, sedangkan pria yang dicintainya mau tidak mau akan menua. Ini yang membuat saya sedikit kurang puas, saya sebenarnya ingin melihat lebih lagi dari sisi kehidupan Adaline yang lainnya, walaupun ada juga sih scene yang menceritakan sisi lain dari  sosok Adaline, tapi sangat sedikit. Well, ini bisa jadi kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah ceritanya jadi lebih fokus, tidak melebar kemana-mana. Sedangkan kekurangannya membuat filmnya jadi agak kurang bervariasi dari segi ceritanya. Tapi walaupun begitu kekurangpuasan saya tertutupi dengan penyutradaraan yang baik, setiap plot dikemas dengan menarik, membuat kisah cinta Adaline begitu asik buat diikuti, dilengkapi dengan sinematografi yang bagus, cukup memanjakan mata dengan penggunaan tone warna film dan angle kamera yang tepat, yang sangat mendukung setiap scene yang ada. Tidak ketinggalan scoring yang makin membawa penonton hanyut dalam film ini.

Bagaimana dengan akting para pemainnya? di jajaran cast ada nama-nama seperti Blake Lively, Michiel Huisman, Harrison Ford, Ellen Burstyn, dll. Di antara semua nama itu, Blake Lively lah yang jadi pusat perhatian. Penampilan fisik, struktur wajah, dan pembawaannya sangat cocok dengan karakter Adaline Bowman yang diperankannya. Para aktor/aktris lainnya juga bagus kok aktingnya, sesuai dengn porsinya masing-masing.

So, The Age of Adaline adalah film yang cukup memuaskan dengan kelebihan dan kekurangannya.
I give 8/10 for this movie (y)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW - IDENTITY (2003)

Sinopsis : Bercerita tentang 10 pengunjung motel dengan latar yang berbeda-beda. Mereka mengunjungi motel tersebut karena akses jalan di kota itu tertutup oleh banjir yang disebabkan hujan deras. Namun, pilihan mereka berbuah petaka, tiba-tiba satu per satu dari mereka mati secara misterius dan meninggalkan nomor dari angka 10, 9, 8, dan seterusnya seperti sebuah hitungan mundur. Apa yang terjadi? Siapakah pembunuhnya? Apakah orang lain atau salah satu di antara mereka? Review : Identity memiliki premis cerita yang sangat menarik. Itulah mengapa saya begitu penasaran dengan film ini. Lalu apakah eksekusinya berhasil? Dan bisa saya katakan, film ini sangat berhasil membuat premis ceritanya menjadi jalinan plot yang begitu menarik. Bagaimana film bergenre thriller psikologi ini begitu rapi dalam penggarapannya, mulai dari pengenalan tokoh-tokohnya yang tidak terlalu lama tapi cukup detail, yang membuat saya mengangguk-anggukan kepala di awal-awal film, sampai ketika sce...

REVIEW - CATCH ME IF YOU CAN (2002)

                                                         "Frank never went to flight school,        Frank never went to medical school,        Frank never went to law school,        ........ Because Frank is still in high school"                                                      Hahaha! kata-kata yang muncul di trailer "Catch Me If You Can" tersebut menunjukkan bagaimana kehebatan Frank Abagnale Jr. dalam melakukan aksi penipuannya. Bayangkan dia bisa jadi pilot, dokter, bahkan ...

REVIEW - TRAIN TO BUSAN (2016)

Sinopsis: Korea dilanda serangan zombie . Ini bermula dari kebocoran sebuah pabrik yang menyebabkan kontaminasi kimiawi terhadap makhluk hidup, baik hewan juga manusia. Di sisi lain, ada sebuah kereta cepat yang menuju Busan. Tapi sayangnya, seorang wanita yang sudah terinfeksi memasuki kereta dan menggigit penumpang lain yang lantas ikut menjadi zombie , sehingga semakin banyak yang terinfeksi ketika kereta sudah berjalan. Terus bagaimana nasib para penumpang yang tidak terinfeksi? Bagaimana cara mereka menyelamatkan diri dari kereta yang sedang berjalan? Review: Ketika menonton salah satu film drama terbaik sepanjang masa "Before Sunrise", saya sangat ingin menyaksikan sebuah film yang dari awal sampai akhir didominasi latar di dalam kereta. Dan itu saya dapatkan di "Train to Busan". Namun ini bukanlah film drama romansa, melainkan sebuah thriller yang sangat memacu adrenalin! Yap! Setting film garapan Sang-ho Yeon ini 80-90 persen berada di dalam k...